Mempelajari Present Perfect Continuous Tense

Mempelajari Present Perfect Continuous Tense Mempelajari Present Perfect Continuous Tense

Informasi  Present perfect continuous tense (bentuk waktu lampau dan masih berlangsung) yakni bentuk waktu yang dipakai untuk menyatakan perbuatan atau keadaan yang dimulai pada ketika lampau dan masih berlangsung sampai sekarang. Bentuk waktu ini akan lebih terperinci penggunaannya jikalau dipakai keterangan waktu (time signal) yang memakai kata depan “since” atau “for”.

Pola kalimat positif yang digunakan

Untuk subyek I, We, You, They:
Subjek + have + been + Infinitive + ing

Untuk subyek He, She, It:
Subjek + has + been + Infinitive + ing
 
Keterangan: Pembentukan infinitive + ing (present participle) sesuai dengan klarifikasi sebelumnya.

Berikut ini tumpuan penggunaannya dalam kalimat.

She has been studying for two hour.
Dia telah mencar ilmu selama dua jam.
(Dia sudah mencar ilmu dua jam yang kemudian dan kini masih belajar.)

They have been living here since 1971.
Mereka telah tinggal disini semenjak tahun 1971.
(Mereka sudah tinggal disini dari tahun 1971 yang kemudian dan kini masih tinggal disini.)

We have been sitting here for two hours.
Kami telah duduk disini selama dua jam.
(Kami sudah duduk disini dari dua jam dan kini masih duduk.)

He has been working here since 2000.
Dia telah bekerja disini semenjak tahun 2000.
(Dia sudah bekerja disini dari tahun 2000 dan kini masih bekerja disini.)

I have been learning match since six o’clock.
Saya telah mencar ilmu matematika semenjak jam enam.
(Saya sudah mencar ilmu matematika dari jam enam dan kini masih mencar ilmu matematika.)

Pola kalimat negatif yang digunakan

Untuk subyek I, We, You, They:
Subjek + have + not + been + Infinitive + ing

Untuk subyek He, She, It:
Subjek + has + not + been + Infinitive + ing

Berikut ini tumpuan penggunaannya dalam kalimat.

Catatan: (+) merupakan tumpuan kalimat positif dan (-) sebagai tumpuan kalimat negatif.

(+) She has been studying for one hours.
Dia telah mencar ilmu selama satu jam.

(-) She has not been studying for one hours.
She hasn’t been studying for one hours.
Dia sudah tidak mencar ilmu selama satu jam.

(+) They have been living here since 1990.
Mereka telah tinggal disini semenjak tahun 1990.

(-) They have not been living here since 1990.
They haven’t been living here since 1990.
Mereka sudah tidak tinggal disini semenjak tahun 1990.

(+) We have been sitting here for two hours.
Kami telah duduk disini selama dua jam.

(-) We have not been sitting here for three hours.
We haven’t been sitting here for three hours.
Kami sudah tidak duduk disini selama tiga jam.

(+) He has been working here since 1995.
Dia telah bekerja disini semenjak tahun 1995.

(-) He has not been working here since 1995.
He hasn’t been working here since 1995.
Dia sudah tidak bekerja disini semenjak tahun 1995.

(+) I have been learningatch since four o’clock.
Saya telah mencar ilmu matematika semenjak jam empat.

(-) I have not been learning match since four o’clock.
I haven’t been learning match since four o’clock.
Saya sudah tidak mencar ilmu matematika semenjak jam empat.

Nah, itulah artikel ihwal “Mempelajari Present Perfect Continuous Tense“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Penjelasan ihwal present perfect continuous tense

Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya

Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya

Informasi – Dahulu insan percaya bahwa bumi merupakan sentra alam semesta. Benda-benda langit menyerupai matahari, bulan dan bintang beredar mengelilingi bumi dan pendapat itu didasarkan pada pengelihatan sehari-hari. Setiap hari, matahari tampak terbit dari timur dan terbenam di barat. Begitu pula dengan bulan dan bintang. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membantah anggapan tersebut.

Para ilmuwan melaksanakan pengamatan terhadap benda-benda langit. Mereka menemukan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Selain bumi, benda-benda langit lainnya juga mengelilingi matahari. Dengan demikian, matahari menjadi sentra peredaran benda-benda langit. Matahari dan benda-benda lainnya berada dalam satu sistem. Sistem itu disebut sistem tata surya. Jadi, sistem tata surya yaitu sistem yang tersusun oleh matahari sebagai sentra dan benda-benda langit yang mengelilinginya. Sungguh, sang Maha Kuasa telah mengatur sitem tata surya yang sangat sempurna.

Matahari sebagai sentra tata surya

Mengapa planet dan benda langit lainnya sanggup mengelilingi matahari? Karena matahari merupakan benda langit yang sangat besar. Matahari mempunyai diameter 1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Ukuran tersebut menimbulkan matahari mempunyai gravitasi yang besar. Gravitasi matahari inilah yang menimbulkan anggota tata surya beredar mengelilingi matahari.

Matahari juga merupakan salah satu dari jutaan bintang. Sebagai bintang, matahari memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya matahari berasal dari reaksi gas-gas di dalam inti matahari itu sendiri. Reaksi ini menghasilkan energi yang sangat besar. Energi tersebut dilepaskan sebagai panas dan cahaya. Energi yang dipancarkan matahari setiap detik setara dengan energi matahari yang diterima bumi selama 100 tahun.

Matahari berupa bola gas raksasa. Energi yang sangat besar menyebabkannya menjadi sangat panas. Suhu di sentra matahari diperkirakan mencapai 15 juta derajat celcius. Sementara itu, suhu di permukaannya mencapai 5 ribu derajat celcius. Hal ini berarti suhu permukaan matahari 50 kali lebih besar dibandingkan dengan suhu air yang mendidih. Akibatnya, planet terdekat, yaitu merkurius dan venus menjadi panas membara. 

Sementara itu, panas matahari yang hingga ke bumi tidak terlalu tinggi alasannya yaitu jarak dari matahari ke bumi masih cukup jauh jikalau diabandingkan dengan merkurius dan venus. Kaprikornus pada dasarnya bumi mendapatkan panas yang tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Sehingga keadaan tersebut memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Inilah salah satu bukti kebesaran  yang Maha Esa.

Nah, itulah artikel ihwal “Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu mencar ilmu untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Matahari sebagai sentra tata surya

Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif Dan Psikotropika

Pencegahan Dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika

Informasi – Pemberitaan atas terjeratnya seseorang akan zat adiktif dan psikotropika (narkoba) mungkin seringkali kita dengar, baik itu dari pemberitaan televisi, media umum maupun dari orang-orang. Padahal bila kita tahu, bahwa dampak jelek akan narkoba ini cukup banyak, baik dampak jelek bagi diri sendiri (kesehatan badan dan psikologi) atau bagi orang lain dan lingkungan sosial.

Dampak jelek jawaban penggunaan zat adiktif dan psikotropika

Dampak jelek bagi diri sendiri yang mencakup gangguan pada kesehatan tubuh, ibarat halnya neurologis (gangguan terhadap sistem syaraf), kardiovaskuler (gangguan terhadap jantung dan pembuluh darah),  dermatologis (gangguan terhadap kulit), pulmoner (gangguan terhadap paru-paru) dan masih banyak lagi.

Dampak jelek bagi psikologi meliputi, keganasan prilaku dan tingkah laris yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, lamban dan ceroboh, sering tegang juga gelisah, penuh curiga, tidak percaya diri, apatis, pengkhayal, perasaan tidak aman, dan puncaknya yaitu kecenderungan ingin bunuh diri.

Dampak jelek bagi orang lain dan lingkungan sosial meliputi, asusila dan anti-sosial, dikucilkan oleh lingkungan, merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga.

Nah, dari keterangan di atas kita sudah cukup mengetahui ancaman dan dampak negatif dari penggunaan dan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika terhadap diri kita apabila kita menggunakan zat berbahaya ini. Maka dari itu dibutuhkan pencegahan biar (minimal) diri kita sendiri tidak ikut terjerumus dalam pemakaian dan penyalahgunaan zat berbahaya ini.

Bentuk-bentuk pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika

Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika yaitu upaya yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang besar lengan berkuasa atau menimbulkan seseorang maupun sekelompok orang menggunakan zat adiktif dan psikotropika, baik secara eksklusif maupun tidak langsung, biar seseorang atau sekelompok masyarakat mengubah keyakinan atau pola pikir, sikap dan perilakunya, sehingga tidak menggunakan narkoba atau berhenti menggunakan zat adiktif dan psikotropika. Ada beberapa macam tingkat pencegahan terhadap zat adiktif dan psikotropika, yaitu sebagai berikut.

1. Pencegahan primer


Pencegahan primer yaitu upaya pencegahan biar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai ancaman narkoba, dan pendekatan melalui keluarga. Instansi pemerintah, ibarat halnya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui banyak sekali bentuk materi yang ditujukan kepada dewasa eksklusif maupun keluarga.

Nah bagaimana cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika di dalam keluarga? Berikut yaitu upaya yang sanggup dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

  • Pelajari fakta dan tanda-tanda dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. 
  • Menjadikan orang renta (yang baik) sebagai teladan. Orang renta yang baik, hendaknya tidak atau berhenti merokok, tidak minum minuman beralkohol, atau menggunakan zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol. Selalu membiasakan hal-hal yang baik dan memperhatikan kebaikan pada anak-anaknya.
  • Senantiasa berprilaku baik, sehingga akan menciptakan diri kita menjadi pola teladan di dalam anggota keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
  • Kembangkan kemampuan kau untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada sahabat yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, maka kau berhak menolak. Sebaiknya jauhi teman-teman yang salah (apabila memang sudah dinasehati dan tetap sulit berubah) dan juga carilah mitra sejati yang tidak menjerumuskan dan menuntun prilaku kau ke arah atau jalan yang baik dan benar.
  • Ikuti aktivitas yang sehat dan kreatif.
  • Patuhi hukum agama.
  • Patuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.


2. Pencegahan sekunder


Pencegahan sekunder yaitu upaya pencegahan pada dikala penggunaan sudah terjadi dan dibutuhkan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:

  • Tahapan penerimaan awal (initial intake). Tahapan ini dilakukan antara 1 hingga 3 hari dengan melaksanakan investigasi fisik dan mental. 
  • Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medik. Tahapan ini dilakukan antara 1 hingga 3 ahad untuk melaksanakan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.


3. Pencegahan tersier


Pencegahan tersier yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang telah menggunakan dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri dari:

  • Tahapan stabilisasi. Tahapan ini dilakukan antara 3 hingga 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke lingkungan masyarakat. 
  • Tahapan sosialisasi dalam masyarakat. Tahapan ini dilakukan biar orang yang telah menyalahgunakan zat adiktif dan psikotropika (pemakai) bisa membuatkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa aktivitas konseling, menciptakan kelompok-kelompok dukungan, dan membuatkan aktivitas alternatif.

Nah, itulah artikel perihal “Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa dampak yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Dampak jelek dari penggunaan zat adiktif dan psikotropika dan pencegahannya