Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif Dan Psikotropika

Pencegahan Dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika

Informasi – Pemberitaan atas terjeratnya seseorang akan zat adiktif dan psikotropika (narkoba) mungkin seringkali kita dengar, baik itu dari pemberitaan televisi, media umum maupun dari orang-orang. Padahal bila kita tahu, bahwa dampak jelek akan narkoba ini cukup banyak, baik dampak jelek bagi diri sendiri (kesehatan badan dan psikologi) atau bagi orang lain dan lingkungan sosial.

Dampak jelek jawaban penggunaan zat adiktif dan psikotropika

Dampak jelek bagi diri sendiri yang mencakup gangguan pada kesehatan tubuh, ibarat halnya neurologis (gangguan terhadap sistem syaraf), kardiovaskuler (gangguan terhadap jantung dan pembuluh darah),  dermatologis (gangguan terhadap kulit), pulmoner (gangguan terhadap paru-paru) dan masih banyak lagi.

Dampak jelek bagi psikologi meliputi, keganasan prilaku dan tingkah laris yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, lamban dan ceroboh, sering tegang juga gelisah, penuh curiga, tidak percaya diri, apatis, pengkhayal, perasaan tidak aman, dan puncaknya yaitu kecenderungan ingin bunuh diri.

Dampak jelek bagi orang lain dan lingkungan sosial meliputi, asusila dan anti-sosial, dikucilkan oleh lingkungan, merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga.

Nah, dari keterangan di atas kita sudah cukup mengetahui ancaman dan dampak negatif dari penggunaan dan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika terhadap diri kita apabila kita menggunakan zat berbahaya ini. Maka dari itu dibutuhkan pencegahan biar (minimal) diri kita sendiri tidak ikut terjerumus dalam pemakaian dan penyalahgunaan zat berbahaya ini.

Bentuk-bentuk pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika

Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika yaitu upaya yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang besar lengan berkuasa atau menimbulkan seseorang maupun sekelompok orang menggunakan zat adiktif dan psikotropika, baik secara eksklusif maupun tidak langsung, biar seseorang atau sekelompok masyarakat mengubah keyakinan atau pola pikir, sikap dan perilakunya, sehingga tidak menggunakan narkoba atau berhenti menggunakan zat adiktif dan psikotropika. Ada beberapa macam tingkat pencegahan terhadap zat adiktif dan psikotropika, yaitu sebagai berikut.

1. Pencegahan primer


Pencegahan primer yaitu upaya pencegahan biar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai ancaman narkoba, dan pendekatan melalui keluarga. Instansi pemerintah, ibarat halnya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui banyak sekali bentuk materi yang ditujukan kepada dewasa eksklusif maupun keluarga.

Nah bagaimana cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika di dalam keluarga? Berikut yaitu upaya yang sanggup dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

  • Pelajari fakta dan tanda-tanda dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. 
  • Menjadikan orang renta (yang baik) sebagai teladan. Orang renta yang baik, hendaknya tidak atau berhenti merokok, tidak minum minuman beralkohol, atau menggunakan zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol. Selalu membiasakan hal-hal yang baik dan memperhatikan kebaikan pada anak-anaknya.
  • Senantiasa berprilaku baik, sehingga akan menciptakan diri kita menjadi pola teladan di dalam anggota keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
  • Kembangkan kemampuan kau untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada sahabat yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, maka kau berhak menolak. Sebaiknya jauhi teman-teman yang salah (apabila memang sudah dinasehati dan tetap sulit berubah) dan juga carilah mitra sejati yang tidak menjerumuskan dan menuntun prilaku kau ke arah atau jalan yang baik dan benar.
  • Ikuti aktivitas yang sehat dan kreatif.
  • Patuhi hukum agama.
  • Patuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.


2. Pencegahan sekunder


Pencegahan sekunder yaitu upaya pencegahan pada dikala penggunaan sudah terjadi dan dibutuhkan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:

  • Tahapan penerimaan awal (initial intake). Tahapan ini dilakukan antara 1 hingga 3 hari dengan melaksanakan investigasi fisik dan mental. 
  • Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medik. Tahapan ini dilakukan antara 1 hingga 3 ahad untuk melaksanakan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.


3. Pencegahan tersier


Pencegahan tersier yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang telah menggunakan dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri dari:

  • Tahapan stabilisasi. Tahapan ini dilakukan antara 3 hingga 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke lingkungan masyarakat. 
  • Tahapan sosialisasi dalam masyarakat. Tahapan ini dilakukan biar orang yang telah menyalahgunakan zat adiktif dan psikotropika (pemakai) bisa membuatkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa aktivitas konseling, menciptakan kelompok-kelompok dukungan, dan membuatkan aktivitas alternatif.

Nah, itulah artikel perihal “Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di hidangan yang telah tersedia ๐Ÿ™‚ Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa dampak yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Dampak jelek dari penggunaan zat adiktif dan psikotropika dan pencegahannya

Pernikahan-Pernikahan Yang Tidak Boleh Dalam Islam

 Tentunya kita sebagai seorang muslim melaksanakan ijab kabul tujuan utamanya ialah untuk Pernikahan-pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam

Informasi – Tentunya kita sebagai seorang muslim melaksanakan ijab kabul tujuan utamanya ialah untuk mencari keridoan dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan memenuhi tuntutan fitrah atau bawaan alami yang merupakan sesuatu yang menempel dalam diri manusia. Oleh lantaran itu, kita tentu saja tidak mau melaksanakan ijab kabul yang sanggup mengakibatkan kita mendapat marah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada prinsipnya, suatu ijab kabul akan mendapat marah Allah lantaran syarat dan rukunnya tidak dipenuhi secara benar. Sehingga pernikahan haruslah dilakukan sesuai dengan ketentuan syari’at yang telah digariskan dalam Al-Qur’an yang merupakan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diwahyukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga menurut hadits yang merupakan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala ketetapan yang terkait dengannya.

Pernikahan disyari’atkan oleh Allah Ta’ala untuk menuntun insan menuju kehidupan senang di dunia dan akhirat. Pernikahan yang dilaksanakan tanpa tuntunan syari’at Allah hanya berjalan mengikuti bisikan nafsu. Pernikahan semacam itu niscaya tidak akan membawa kebaikan bagi pelakunya dan bagi orang-orang sekitar ataupun bagi masyarakat.


Pernikahan antara orang yang masih sedarah atau dengan ibu tiri atau dengan perempuan yang masih menjadi istri orang misalnya, niscaya akan mengakibatkan kekacauan, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat. Pernikahan tersebut harus dibatalkan dan pelakunya dikenai eksekusi zina. Bila ia berstatus sebagai suami atau istri atau sebelumnya pernah menikah, maka hukumannya rajam (ditanam sebatas dada, kemudian kepalanya dilempari dengan kerikil hingga mati). Bila belum pernah menikah, maka hukumannya didera atau dicambuk 100 kali, sesudah itu diasingkan selama 1 tahun.

Apabila di dunia ini eksekusi tersebut tidak dilaksanakan, maka pelakunya kelak akan mendapat siksa neraka di alam abadi lantaran sudah melaksanakan perbuatan zina dan mempermainkan syari’at Allah Ta’ala. Bagi orang yang sudah terlanjur melaksanakan pelanggaran tersebut penyelesaiannya ialah sebagai berikut.

  • Dijatuhi eksekusi sesuai dengan syari’at Islam (hukum dan aturan di dalam Islam yang mengatur segala sendi kehidupan umat muslim) kalau aturan Islam berjalan. 
  • Bila aturan Islam tidak berjalan, maka ia wajib bertaubat dan meninggalkan perbuatannya tersebut. Dengan demikian, ijab kabul mereka wajib diputuskan lantaran tidak sah.

Macam-macam jenis ijab kabul yang dihentikan dalam Islam (dimurkai Allah)


Nah untuk itulah kita perlu tahu mana ijab kabul yang diridoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mana yang dimurkai / dihentikan oleh-Nya. Berikut ialah bentuk-bentuk ijab kabul yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala yang harus kita ketahui lalu dihindari.

  • Pernikahan dengan orang kafir.
  • Pernikahan dengan orang musyrik.
  • Pernikahan sesama jenis (laki-laki dengan pria atau perempuan dengan perempuan).
  • Pernikahan muslimah (wanita muslim) dengan mahir kitab.
  • Pernikahan dengan pelacur (orang yang melaksanakan pekerjaan zina/hal jelek lainnya yang merupakan pekerjaan dosa).
  • Pernikahan dengan perempuan hamil.
  • Pernikahan dalam masa ‘iddah (baru cerai atau ditinggal mati).
  • Pernikahan dengan perempuan yang disuruh cerai dari suaminya.
  • Pernikahan dengan mantan istri  yang telah ditalak sebanyak tiga kali.
  • Nikah tahlil (wanita yang sudah ditalak tiga oleh suaminya yang pertama, kemudian sesudah berakhirnya masa ‘iddah dinikahi kemudian diceraikan kembali untuk diberikan/dinikahi kembali kepada suami pertamanya).
  • Poliandri (seorang perempuan yang menikahi lebih dari satu orang laki-laki).
  • Poligami lebih dari empat perempuan bagi laki-laki.
  • Nikah dikala ihram (melakukan ibadah haji atau umrah).
  • Pernikahan atau rujuk tanpa saksi.
  • Pernikahan tanpa mahar.
  • Nikah syighar (seorang pria menikahkan anak wanitanya dengan seorang pria lain dengan syarat ia juga dinikahkan dengan anak perempuan pria yang akan menikahi anaknya dan tiada mahar diantaranya).
  • Nikah mut’ah (pernikahan dalam masa tempo tertentu atau nikah kontrak atau lebih dikenal lagi dengan istilah kawin kontrak).
  • Memadu dua perempuan bersaudara.
  • Pernikahan dengan ibu tiri atau anak tiri.
  • Pernikahan dengan mertua atau menantu.
  • Pernikahan sedarah atau sesusuan.

Pesan

Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita selalu berguru untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya, lantaran apa yang disyaria’atkan-Nya ialah semata-mata untuk kebaikan hamba-Nya.

Nah, itulah artikel wacana “Pernikahan-pernikahan Yang Dilarang Dalam Islam“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia ๐Ÿ™‚ Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa imbas yang baik. Wallahu a’lam bisshawab

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Pernikahan yang dimurkai oleh Allah Ta’ala

Penyebab Kegagalan Dalam Meraih Tujuan Dalam Hidup

Penyebab Kegagalan Dalam Meraih Tujuan Dalam Hidup Penyebab Kegagalan Dalam Meraih Tujuan Dalam Hidup

Informasi – Siapa sih orang yang tidak ingin sukses dalam menggapai keinginan baik dalam hidupnya? Tentu, jikalau insan itu cerdik sehat sudah niscaya ia tidak akan mau mengalami kegagalan dalam menggapai tujuan baik dalam hidupnya. Semua orang yang masih mempunyai penalaran sudah niscaya ingin sukses dalam menggapai tujuan baiknya tersebut, termasuk kau juga, bukan? Namun kegagalan terkadang menghampiri, alasannya ialah memang hidup di dunia ini berputar, terkadang di atas terkadang di bawah, terkadang sukses terkadang gagal. Sebenarnya semua orang sangat berpeluang untuk bisa meraih kesuksesan dalam setiap tujuannya, akan tetapi banyak hal atau faktor yang sanggup menghambat atau bahkan menggagalkan seseorang itu menuju tangga kesuksesan dalam tujuan dalam hidupnya.

Hal yang pertama kali harus dilakukan oleh seseorang yang ingin sukses ialah kebijaksanaan untuk menghilangkan kebiasaan jelek yang mengarahkan beliau menuju kegagalan. Nah sob, bagi kau yang mungkin sering mengalami kegagalan dalam menggapai tujuan dalam hidup sebaiknya kenali terlebih dahulu beberapa faktor penyebab yang sanggup menciptakan seseorang mengalami kegagalan, yaitu sebagai berikut.

Alasan mengapa kau sulit dan selalu gagal meraih keinginan / tujuan hidup


1. Tujuanmu kurang baik atau bahkan tidak baik

Seringkali sang Maha kuasa menggagalkan rencana atau bahkan tujuanmu hanya untuk menyadarkanmu bahwa tujuanmu itu tidak baik dan jangan dilakukan. Namun kenyataannya mungkin masih banyak orang yang tidak sadar dan tidak mau peduli akan hal itu. Padahal jikalau kita mau menyadarinya, maka hal itu sangat baik untuk diri kau sendiri maupun bagi orang lain. 

2. Takut gagal

Perasaan takut gagal pastinya hanya akan menghambat seseorang untuk melangkah maju. Jika kau siap untuk sukses, maka kau pun harus siap untuk gagal. Kenapa? Karena kegagalan ialah suatu hal yang masuk akal dalam menggapai kesuksesan tujuan hidupmu biar nantinya kau tidak melaksanakan kesalahan yang sama, yang bisa mengakibatkan kau mengalami kegagalan lagi.

3. Tidak berguru dari kesalahan

Kesalahan yang terjadi terkadang dilewatkan atau diabaikan begitu saja, sehingga hal itu menjadikan kegagalan yang terus berulang. Sebenarnya kesalahan ialah proses pembelajaran, maksudnya ialah dengan kesalahan maka kau bisa mengetahui langkah kau selanjutnya (yang benar) biar tidak melaksanakan kesalahan yang sama, sehingga hal itu sanggup menimbulkan pemikiran kreatif dan menghindarkan kau dari kesalahan-kesalahan lainnya.


4. Lalai dan tidak bertanggung jawab


Dalam menggapai kesuksesan dalam tujuan di kehidupannya, tentunya seseorang harus melaksanakan perkerjaan atau amanah dengan baik dan mempunyai rasa tanggung jawab. Sebaliknya, jikalau kau lalai dan tidak mempunyai rasa tanggung jawab, maka akan berdampak pada kegagalan tujuan hidupmu dan munculnya problem gres yang akan menciptakan kau gagal dan semakin gagal.


5. Kurangnya keterampilan mental

Keterampilan mental mencakup keyakinan, disiplin diri, percaya diri, ambisi dan produktivitas. Keterampilan mental bisa memengaruhi perhatian, memori atau ingatan, pemahaman, keterampilan pengolahan, logika, dan penalaran. Dengan demikian mempunyai keterampilan mental yang berpengaruh memungkinkan kau untuk melewati situasi apapun tanpa merasa gagal.

6. Tidak mempraktikkan apa yang diucapkan

Semuanya diawali dan diakhiri dengan koneksi antara otak hingga ke jantung. Jika kau mempunyai pemikiran yang negatif, maka tentu hal itu akan menciptakan kecenderungan untuk berlatih tindakan negatif. Oleh alasannya ialah itu, sebaiknya balikkan setiap pemikiran negatif menjadi positif, sehingga hal itu akan menciptakan diri kau mempraktikkan apa yang dikatakan di alam bahwa sadar pikiran kamu.

7. Tidak mempunyai gairah dan tujuah hidup
 
Hal apa yang bisa memotivasi (mendorong) kau biar hidupmu bergairah? Apabila hatimu tidak mempunyai motivasi di dalamnya, maka tentu kau tidak bisa melaksanakan segala sesuatunya dengan baik. Sebaiknya segera temukan gairah dan tujuan di dalam hidup kamu. Jika kau tidak melakukannya, maka kau akan menemukan dirimu sendiri yang tidak bisa berkomitmen (meyanggupi sesuatu untuk dilakukan) dan akan pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, sehingga hal ini akan menciptakan kau merasa gagal.


8. Malas


Rasa malas hanya akan menghambat diri kau untuk berkembang dan menciptakan diri kau semakin jauh dari kesuksesan hidup. Sebaiknya pikirkan kesulitan yang akan kau dapatkan nantinya bila kau hanya bermalas-malasan, mirip kemiskinan budi maupun ekonomi, pandangan yang jelek dari orang-orang, kegagalan di kehidupan dan hal-hal mengerikan lainnya.


9. Banyak menunda-nunda


Prilaku menunda-nunda menyerupai meminjam uang terus-menerus. Memang pada ketika kau mendapatkan uang pinjaman tersebut akan terasa menyenangkan, namun pada ketika uang pinjaman tersebut harus segera dikembalikkan, maka kau akan merasa terbebani. Sebagai contoh, jikalau kau diberi kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan dan diberi waktu tertentu untuk menuntaskan suatu pekerjaan demi kelangsungan pekerjaan kau itu, maka segera lakukan dengan baik tanpa banyak menunda-nunda. Makara pada dasarnya jikalau kau paham bahwa posisi kau ketika ini ialah sedang bekerja demi menafkahi (memenuhi kebutuhan) diri kau sendiri dan keluarga, maka fokuslah pada tujuan tersebut, jangan hingga pekerjaan yang bisa memperlihatkan dampak baik dan kesuksesan bagi tujuan hidup diri kau itu berkembang menjadi dampak jelek dan kegagalan hidup akhir dari prilaku banyak menunda-nunda.


10. Tidak percaya diri (minder)


Rasa percaya diri merupakan imbas dari bagaimana seseorang bisa menyebarkan evaluasi baik terhadap diri sendiri, lingkungan maupun situasi yang sedang dihadapinya. Seseorang dengan kepercayaan diri yang rendah cenderung mempunyai perasaan negatif terhadap dirinya, mempunyai keyakinan yang lemah atas dirinya, serta tidak mempunyai pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Tentu hal itu akan mengakibatkan kegagalan dalam menggapai kesuksesan tujuan dalam hidup. Oleh alasannya ialah itu, kau harus bisa menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri kamu, dimulai dengan mengetahui dan mempelajari kelemahan diri kau terlebih dahulu, kemudian carilah solusinya.


11. Melakukan sesuatu tanpa bahagia hati


Melakukan sesuatu dengan hati yang tidak senang, hanya akan menimbulkan perasaan suram dan menciptakan pikiran tidak fokus, sehingga dampaknya bisa menimbulkan hasil dari pekerjaanmu menjadi tidak maksimal atau bahkan menimbulkan hasil yang jelek yang bisa menghancurkan harapan untuk sukses dalam menggapai tujuan hidup. Sedangkan melaksanakan sesuatu dengan hati yang senang, maka akan senantiasa menimbulkan perasaan positif, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang disekitar. Dengan demikian, maka hasil pekerjaan bisa didapat dengan maksimal dan memuaskan, sehingga akan terbuka jalan yang lebar untuk menggapai kesuksesan dalam meraih tujuan hidup.


12. Kurang kreatif


Apa kesannya jikalau kau hanya melaksanakan sesuatu yang biasa saja? Jelas oang-orang akan menanggapinya sebagaimana yang kau lakukan, yaitu mereka akan mencicipi hal biasa juga. Oleh alasannya ialah itu, dengan memikirkan dan memasukkan wangsit kreatif dalam sesuatu yang kau kerjakan, maka hal itu akan menciptakan orang-orang tertarik pada kamu, sehingga jalan menuju kesuksesan akan segera kau raih.

13. Tidak konsisten (teguh / tetap pada tujuan)


Konsisten mempunyai arti sebagai kemampuan untuk terus menerus berusaha hingga suatu pencapaian berhasil diraih. Tanpa adanya ke-konsistenan dalam dirimu, maka hal itu akan berdampak pada kebiasaan yang tidak disiplin dan juga hal itu akan menciptakan prilakumu berubah ubah. Sedangkan dengan menerapkan ke-konsistenan di dalam diri, maka hal itu akan menciptakan hidupmu disiplin dan terarah. Makara dalam meraih kesuksesan tidak akan terlepas dari perilaku konsisten.


14. Tidak mau mengakui kesalahan dan menolak kritikan


Seseorang yang sering mengalami kegagalan biasanya merupakan seorang yang tidak mau mengakui kesalahan ketika berbuat salah. Sehingga kritikan benar pun akan dihiraukaun atau bahkan dihindari. Padahal dengan kritikan yang benar (masuk akal, bersifat membangun diri dan terbukti baik dan benar), maka akan memberi pengetahuan lebih untuk meraih kesuksesan dan terhindar dari kesalahan yang bisa mengakibatkan kegagalan.


15. Melakukan sesuatu seorang diri


Salah satu bawaan alami yang menempel dalam diri insan ialah bahwa insan akan tumbuh dan berkembang jikalau bersama dengan insan lainnya. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan seorang diri, mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar. Hal itu mengambarkan bahwa seseorang butuh mendapatkan pemberian dari orang lain dan perlu bekerja sama dalam meraih tujuannya. Dengan demikian, jikalau kau bekerja sama dengan orang lain dan saling bantu-membantu, maka akan lebih memudahkan kau dalam meraih sukses dalam tujuan hidupmu.

16. Terlalu perfeksionisme (sikap meyakini bahwa seseorang harus menjadi tepat untuk mencapai kondisi terbaik)


Kesempurnaan itu hanya milik sang Pencipta atau Rabb yang maha esa. Perfeksionisme hanya akan membuatmu sulit memulai maupun melanjutkan suatu pekerjaan, sehingga hal itu akan menciptakan dirimu frustasi. Dengan demikian, maka jalan menuju kesuksesan pun akan tertutup dan kau akan menjadi seorang yang gagal.

17. Kurang atau bahkan tidak ada pendekatan kepada Sang Pencipta

Perlu kita ketahui bahwa segala sesuatu yang terjadi hingga ketika ini dan yang menetapkan takdir yang akan tiba pun ialah Sang Maha Pencipta, Dialah pemilik dan pengendali takdir. Dengan kita mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara berdo’a dan mengikuti segala perintahnya serta menjauhi segala larangan-Nya, maka segala sesuatu dalam kehidupan kita, khususnya dalam hal ini yaitu menggapai kesuksesan dalam hidup pun akan dimudahkan-Nya dan tidak tidak mungkin akan terjadi keajaiban-keajaiban yang tak terduga di dalam kehidupan kita. Selain itu, hidup kita pun akan terasa lebih baik dalam menghadapi segala kondisi, mengingat bahwa Sang Pencipta akan menjadi kawasan berkeluh kesah pada ketika kita mengalami problem di dalam hidup dan Dia akan senantiasa ada untuk kita, entah pada ketika susah maupun senang.

Nah, itulah artikel perihal Penyebab Kegagalan Dalam Meraih Tujuan Dalam Hidup”. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia ๐Ÿ™‚ Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa dampak yang baik.

“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari aneka macam sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:


Faktor yang mengakibatkan kegagalan dalam meraih tujuan hidup