Beras Okiniiri, Beras Pilihan untuk Masakan Jepang

Beras Okiniiri, Beras Pilihan untuk Masakan Jepang

Ada berbagai macam pilihan beras yang bisa Anda gunakan untuk makan sehari-hari. Terutama bagi Anda yang ingin menikmati masakan Jepang. Anda bisa menggunakan beras Jepang yang biasa terdengar sebagai beras okiniiri. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai beras tersebut untuk Anda sebelum memutuskan untuk membelinya.

Kualitas

Beras yang memiliki nama lain sebagai beras Japonica ini memiliki kualitas beras Jepang super. Beras ini termasuk beras yang asli yang diproduksi dari Jepang. Semakin hari, beras ini semakin populer di Indonesia. Terutama penggunaannya pada restoran-restoran masakan Jepang. Hal ini dikarenakan juga banyaknya turis dari mancanegara terutama dari Jepang yang berkunjung di Indonesia dan ingin merasakan makan nasi yang berkualitas.

Pasalnya, memang rata-rata dan kebanyakan para turis terutama dari Jepang, kritis sekali terhadap kualitas beras yang dimakan. Oleh karena itu, hadirnya beras jenis ini bisa menambahkan cita rasa yang berbeda pula bagi Anda yang baru mencobanya. Anda bisa mencoba membeli dan membandingkannya dengan tipe beras yang Anda beli seperti biasanya.

Tekstur

Warna beras okiniiri ini memang terlihat putih. Tapi jangan salah, bahwa warna putih dari beras ini bukanlah dari wanra pemutih. Jadi, beras ini tidak memakai pemutih. Selain itu, butiran dari beras ini terlihat bulat-bulat dan terlihat kecil. Tak salah bila di luar negeri, beras ini seringkali disebut sebagai beras short grain. Pasalnya, bentuk dari beras ini terlihat pendek dan terlihat seperti gendut-gendut.

Apabila Anda memegang beras ini, Anda akan melihat bahwa beras ini benar-benar terlihat bersih mengkilap. Selain itu, bisa dipastikan bahwa beras ini terbebas dari gabah ataupun batu. Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat mencuci beras terutama saat makan, masih terasa ada pecahan kerikil atau sisa-sisa batu kecil.

Kemasan

Pengemasan pada beras jenis ini menggunakan karung atau plastik bebas merek. Selain itu, beras ini juga dikemas dengan berbagai ukuran. Ada yang ukuran 1 kg, 2 kg, 3 kg, hingga 20 kg. Harganya pun beragam. Tinggal Anda sesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.

Apabila Anda ingin mendapatkannya, juga terbilang cukup mudah. Anda bisa datang ke supermarket terdekat atau bisa juga melalui marketplace. Salah satunya Blibli. Pasalnya, di sana ada berbagai macam pilihan yang bisa Anda pertimbangkan.

Pemanfaatan

Beras jenis ini cocok Anda konsumsi sehari-hari. Bisa juga Anda gunakan untuk masakan-masakan Jepang. Misalnya sushi, onigiri, donburi, gyudon, butadon, katsudon, dan lain sebagainya. Jadi, beras ini bisa Anda gunakan untuk makanan apa saja.

Pasalnya, beras ini apabila Anda masakan dengan takaran air sedang, beras ini akan terasa kenyal. Selain itu, beras ini juga termasuk beras yang pulen. Oleh karena itu, saat Anda memakannya akan terasa juga sedikit terasa cita rasa manis dan sedikit lengket dan memiliki aroma yang sedap.

Cara Penyajian

Apabila Anda ingin mendapatkan hasil layaknya pada restoran-restoran, ada baiknya Anda memperhatikan cara penyajiannya. Pertama, Anda bisa mencuci beras pada umumnya. Kedua, Anda bisa memasak layaknya biasa, tapi sebelum menyajikan di piring, biarkan 30 sampai 60 menit.

Apabila Anda menggunakan kompor untuk memasak beras, mulailah menggunakan api besar. Jika sudah mendidih dengan adanya uap sebagai tandanya, masak lagi selama 15 menit menggunakan api kecil. Jika Anda sudah mencium aroma nasi matang dan melihat adanya gelembung pada pinggiran tutup panci, maka matikan api.

Terakhir, untuk mendapatkan cita rasa yang semakin enak dan pulen dari beras okiniiri, Anda bisa mengukus nasi tersebut selama 10 menit. Jika sudah 10 menit, Anda bisa mengaduk nasi secara perlahan untuk menghilangkan uap panasnya yang masih terjebak di dalam nasi. Apabila sudah dirasa sedikit dingin, Anda bisa menuangkannya dan siap disantap.

Mengulas Tentang Cara Penularan HIV dan Cara Pencegahannya

Mengulas Tentang Cara Penularan HIV dan Cara Pencegahannya

HIV merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini menyerang imun penderitanya dan mempunyai beberapa cara penularan yang bisa dihindari. Akan tetapi Anda juga harus untuk menghindari salah informasi mengenai penyebaran penyakit ini. Karena biasanya ada mitos mengenai penyakit ini yang dapat menular karena keringat, air liur, sentuhan, ciuman, minum di gelas yang sama, dan juga bekas toilet yang sama dengan penderita HIV. Hal tersebut tentu saja tidak benar karena HIV atau Human Innunodefiency Virus ini hanya bisa menular karena beberapa cara penularan HIV  seperti berikut ini:

1. Hubungan seks

Cara penularan pertama dari penyakit HIV adalah ketika melakukan hubungan seks. Cara ini bisa terjadi karena melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV dan juga karena sering berganti partner. HIV bisa menjangkiti penderita yang melakukan hubungan seksual melalui vagina, anal, ataupun oral dengan pasangan yang positif HIV dan juga karena suka berganti-ganti pasangan. Oleh karena itulah untuk dapat menghindari penyakit ini maka bisa untuk melakukan hubungan seks yang aman yaitu dengan tidak berganti-ganti pasangan dan setia pada pasangan saja.

2. Penggunaan jarum suntik bergantian

Hal selanjutnya yang juga dapat untuk menjadi salah satu cara penularan dari penyakit ini adalah karena menggunakan jarum suntik secara bergantian. HIV dapat untuk ditularkan karena jarum suntik yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi HIV sebelumnya. Oleh karena itulah Anda harus menghindari penggunaan jarum suntik yang bergantian. Ketika ingin menggunakan jarum suntik juga pastikan untuk menggunakan jarum suntik baru dan steril untuk berbagai hal yang perlu menggunakan jarum suntik. Hindari untuk menggunakan jarum suntik yang bekas karena akan semakin membuat resiko Anda bisa tertular HIV lebih tinggi. Menggunakan jarum suntik yang bekas juga dapat untuk membuat Anda tertular penyakit lainnya tidak hanya HIV saja.

3. Dari ibu hamil yang tertular kepada janinnya

Hal selanjutnya yang dapat membuat Anda tertular HIV adalah bagi ibu yang telah terinfeksi HIV, saat proses kehamilan dan juga menyusui bayi maka hal tersebut membuat bayi juga akan mengidap penyakit ini. Oleh karena itulah untuk menghindari hal tersebut maka bagi ibu hamil yang mengalami kondisi ini maka sebaiknya dapat untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga nantinya ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk dapat menurunkan resiko bayi pengidap HIV juga dapat menderita HIV ketika ia lahir.

4. Transfusi darah

Penyebab selanjutnya yang bisa membuat orang terkena HIV adalah karena transfusi darah. Hal ini terjadi pada beberapa kondisi dan walaupun intensitasnya yang tidak jarang tetapi juga tidak mungkin bisa terjadi. Oleh karena itulah setiap pendonor akan dicek dengan teliti sebelum akan diambil darahnya dan juga didonorkan pada pihak yang membutuhkan. Hal tersebut juga berlaku pada donor jaringan tubuh agar tidak terjadi penularan HIV dengan cara yang satu ini.

Empat hal di atas merupakan beberapa cara penularan HIV yang bisa diketahui sehingga bisa untuk menjadi perhatian agar dapat mudah untuk dihindari. Adapun untuk beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak tertular HIV adalah:

  1. Pertama adalah melakukan seks yang aman atau melakukan hubungan seksual dengan kondom.
  2. Selanjutnya adalah tidak menggunakan jarum suntik bekas dan juga yang tidak steril.
  3. Pre exposure prophylaxis yang merupakan pencegahan HIV dengan mengkonsumsi antiretroviral yang mempunyai resiko tinggi tertular HIV.